Saturday, February 23, 2019

Cryptocarya Massoia

CRYPTOCARYA MASSOIA

Masohi atau Masoi (cryptocarya massoia) adalah jenis pohon yang masih satu keluarga (family) dengan kayu manis. Populasi pohon masohi banyak ditemukan di kawasan hutan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, meliputi daerah Nabire, Kaimana, Fak-fak, Merauke, Jayapura, Sarmi. Tinggi pohon dapat mencapai 25 meter dengan diameter pohon sekitar 30 cm dan ketebalan kulit kayu mencapai 0,5 cm dengan aroma wangi khas yang berasal dari kandungan minyak atsiri (massoia lactone).
Gambar : google image
Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu, kulit kayu masohi merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu penghasil minyak atsiri yang selama ini telah lama dimanfaatakan oleh masyarakat di sekitar hutan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
Harga patokan kulit kayu masohi sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.64/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2017 tentang Penetapan Harga Patokan Hasil Hutan Untuk Perhitungan Provinsi Sumber Daya Hutan dan Ganti Rugi Tegakan, ditetapkan sebesar Rp27.500.000,00/Ton. Artinya setiap pemanfaatan kulit kayu masohi yang berasal dari kawasan hutan dikenakan pungutan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar (6% x Rp27.500.000,00/Ton) = Rp1.650.000,00/Ton atau Rp1.650,00/Kg.
Gambar : dok. Demianus Fak-Fak
Kulit kayu masohi belum sepopuler kulit kayu manis, tetapi khasiat keduanya hampir sama. Ciri kulit kayu masohi bagian luar berwarna abu-abu dan bagian dalam berwarna cokelat kemerahan. Kulit kayu masohi yang telah dikeringkan warnanya berubah menjadi lebih tua dan agak kusam.
Kulit kayu masohi bersifat melebarkan pembuluh darah dan digunakan juga sebagai bahan pewangi. Beberapa manfaat kulit kayu masohi untuk kesehatan diantaranya untuk mengobati demam, melawan predasi serangga dan jamur, mengatasi kejang perut, menghilangkan nyeri persendian dan rematik, digunakan sebagai herba setelah melahirkan untuk memulihkan vitalitas, melebarkan pembuluh darah, mengatasi insomnia, membantu mengobati hipertensi, meringankan sakit kepala, mengatasi penyakit organ pernafasan.
Dari berbagai sumber penelitian disebutan bahwa kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam kulit kayu masohi adalah benzil benzoat, benzil salisilat, goniothalamin, heptyl-lakton, dan nonyllakton. Kandungan kulit kayu masohi ini ditemukan sebagai senyawa aktif sitotoksik yang baik, sehingga manfaat kulit kayu masohi untuk kesehatan dapat digunakan sebgai herba secara maksimal.
Gambar : dok. Demianus Fak-Fak
Dengan berbagai macam kegunaan dan khasiat seperti telah disebutkan di atas, maka tidak heran jika kemudian harga kulit masohi di pasar dihargai tinggi. Harga kulit masohi kering di gerai online “Bukalapak” dihargai Rp85.000,00 – Rp95.000,00 per kilogram atau Rp85 juta – Rp95 juta per Ton. Bahkan untuk kulit masohi kering berkualitas super (berwarna kuning cerah dan ukuran seragam) harganya mencapai Rp135.000,00/kg.
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Kulit Masohi Nomor SNI 7941 : 2013, persyaratan umum perdagangan kulit kayu masohi terbagi ke dalam 2 (dua) persyaratan yaitu persyaratan umum dan persyaratan khusus.
Persyaratan umum meliputi : Bau khas masohi (seperti aroma kelapa)-rasa getir, warna coklat kekuningan sampai coklat tua, kekeringan kulit masohi ditunjuukan dengan keadaan kulit yang patah bila dibengkokkan dan berbunyi keras, tekstur kulit bagian dalam halus, kulit bagian dalam jika digores akan timbul minyak dan mengeluarkan aroma khas masohi (seperti aroma kelapa) yang menjadi ciri khas kulit masohi, kadar air maksimal 12%, bebas jamur, tidak boleh ada kotoran.
Persyaratan khusus untuk penggunaan sebagai bahan baku pembuatan jamu meliputi : panjang ≥ 15 cm, lingkar luar gulungan kulit ≥ 3 cm, lebar kulit masohi ≥ 5 cm, komposisi serbuk dan serpih ‹ 1%, kandungan serbuk ‹ 1%, tebal kulit › 4 mm, kadar minyak tidak ditentukan.
Persyaratan khusus untuk penggunaan sebagai bahan baku pembuatan minyak atsiri meliputi : panjang ≥ 5 cm, lingkar luar gulungan kulit ≥ 3 cm, lebar kulit masohi › 0,5 cm, komposisi serbuk dan serpih tidak ditentukan, kandungan serbuk ‹ 1%, tebal kulit tidak ditentukan, kadar minyak › 1,6%.
Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

2 Comments

  1. bisa gak masohi ini dikembangkan di tempat lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. mestinya bisa, meski dia ini endemik maluku dan papua

      Delete