Sunday, March 24, 2019

Merancang Cut Loss

MERANCANG CUT LOSS

Dalam kegiatan trading saham, istilah cut loss merupakan bagian tidak terpisahkan dari aktivitas keseharian para trader di bursa saham. Cut loss adalah tindakan merealisasikan kerugian sampai dengan batas tertentu untuk menghindari terjadinya kerugian yang lebih besar. Cut loss dilakukan pada saat pergerakan harga saham turun menembus titik/garis support yang telah ditentukan sebelumnya, berlawanan arah dengan proyeksi kenaikan harga saham berdasarkan hasil analisis teknikal.
Titik/garis cut loss ditentukan sesuai dengan toleransi besarnya kerugian yang dapat diterima oleh masing-masing trader, sedangkan penentuan titik/garis support tergantung pada jangka waktu (time frame) trading yang digunakan. Titik/garis cut loss berada di bawah titik/garis support, yang mana titik/garis support trader A yang menggunakan time frame trading lebih pendek akan berbeda dengan titik/garis support trader B yang menggunakan time frame trading lebih panjang.
Jika trader A menetapkan titik/garis cut loss sebesar 3% dari modal beli, maka trader B bisa saja menetapkannya sebesar 5%, sesuai profil resiko masing-masing. Namun demikian diantara keduanya memiliki kesamaan yaitu dalam hal penyusunan trading plan. Bahwa titik/garis cut loss dalam trading plan harus sudah ditetapkan sebelum trader A atau trader B tersebut membeli saham.
Gambar : google image
Dalam prakteknya, merancang trading plan ini kadangkala masih terdapat hal-hal yang kurang tepat, terutama dalam menentukan titik/garis support dan harga beli saham kaitannya dengan besaran cut loss yang ditetapkan. Misalnya begini, seorang trader menetapkan titik/garis support di harga Rp1.000, besaran cut loss sebesar 5% dari harga beli, namun kemudian trader tersebut menetapkan titik pembelian saham tersebut di harga Rp1.055, hal tersebut agak keliru.
Keliru karena jika dihitung dengan besaran cut loss yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar 5% dari harga beli, maka saat harga saham turun sebesar 5% dari harga beli di Rp1.055 artinya harga saham tersebut turun hanya sampai di harga Rp1.002,25, dan penurunan tersebut belum melewati atau bahkan belum menyentuh titik/garis support di harga Rp1.000. Kondisi tersebut belum waktunya untuk melakukan cut loss, karena cut loss itu dilakukan saat harga sudah bergerak di bawah titik/garis support.
Sebagaimana diketahui bahwa titik/garis support adalah batas dimana penurunan harga diperkirakan dapat tertahan di titik/garis tersebut (tidak melanjutkan penurunannya) dan kemudian berbalik arah kembali naik. Oleh karena itu para trader sering kali melakukan pembelian saham saat harga sedang berada di titik/garis support dengan harapan harga akan berbalik arah (pullback) kembali naik.
Dalam contoh di atas, dengan batasan cut loss sebesar 5% dari harga beli pada titik/garis support di harga Rp1.000, maka sesuai definisi support tersebut di atas artinya titik/garis cut loss berada di harga Rp950, sehingga titik pembelian saham oleh trader tersebut berada di harga Rp1.000 (bukan di harga Rp1.055). Dengan demikian titik/garis support tersebut merupakan titik dimana pembelian sebuah saham dilakukan.
Dalam gambar di bawah ini, garis bagian atas pada kotak biru merupakan garis support dan garis pada bagian bawah kotak biru tersebut merupakan garis untuk melakukan cut loss. Bahwa cut loss dilakukan apabila harga telah turun sebesar 5% dari harga di garis support.
Gambar : andirerei.com
Dengan penurunan harga telah mencapai sebesar 5% dari harga di support, disimpulkan bahwa penurunan harga tersebut bukan false breakdown, melainkan benar-benar telah breakdown support, sehingga diproyeksikan harga tidak akan berbalik arah kembali naik, bahkan akan terus melanjutkan penurunannya. Pada kondisi tersebut maka terealisasi cut loss sebesar 5% sesuai besaran cut loss yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan demikian point-nya adalah bahwa cut loss dilakukan pada saat harga saham telah bergerak di bawah support. Pada saat harga masih bergerak di atas titik/garis support maka belum waktunya untuk melakukan cut loss. Oleh karena merancang cut loss dengan besaran prosentase tertentu dalam trading plan mesti memperhatikan titik/garis support dan titik pembelian sebuah saham dilakukan.
Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

0 komentar